Rabu, 08 Oktober 2008

SMS UCAPAN LEBARAN DARI TEMAN

Ni beberapa kiriman ucapan Met Iedul Fitri melalui SMS dari beberapa teman :

Anton Basuki : 'Ass. Wr. Wb......Hari kemenangan tiba. Kembali fitri dan semoga kita menjadi umat yang mutaqin. Minal 'Aidzin wal Faizin. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429 H. "
Ato Bralink (Detik forum) : " Ass. Wr. Wb. Selamat Hari Raya Iedul fitri 1429 H...mohon maaf lahir bathin Wass. Wr. Wb. "
Rusmianto (batir solo) : " Ass. Wr. Wb. Kecubung batu dari Kalimantan, cantik disanding dengan berlian, berhubung 1 hari lagi mo lebaran salah khilaf mohon dimaafkan "
Tira'08 (Detik forum) : " Minal Aidzin wal Faizin Mohon maaf lahir bathin "
Kaiu (Detik forum) : " Aku nuwun pangapura kesalahan pitutur uga tindhakanku marang njenengan....muga muga kabeh dosaku lan dosamu dilebur ing dina riyaya. Minal Aidzin wal Faizin "
Yohana Kristianti (batir Ngode) : " Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429H. Mohon maaf lahir bathin (Yohana dan keluarga) "
Sandi 'Sukoharjo ( batir neng Solo ) : " ..........Mohon maaf lahir dan bathin...........(Sandi dan keluarga) "
Dida " Cah Ayu " : " Ya Allah....terima kasihku masih dipertemukan dengan hari yang fitri nie.....Alhamdullilah..........Met Iedul Fitri.....Mohon maaf lahir dan bathin "
Dion Blora (batir Ngekost) : " Ada buaya sakit ayan, ga krasa mo lebaran.....Cari kerang sambil duduk. sms sekarang sebelum operator sibuk....ada buaya makan pepaya, maafin Aq ya......Minal 'Aidzin wal Faizin "
Si Jack Tosuro (batir Solo) : " Setitik embun di atas daun, jatuh ke bumi laksana hujan.....dosa bertumpukku mohon diampuni, terbesit khilaf mohon dimaafkan........Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429H, Mohon maaf lahir batin "
Totok "Gentho'ne Kajen " : " Kesederhanaan dan ketulusan hati menuju fitri....Mohon maaf lahir dan batin "
Cak Dikin (batir ngode) : " Dari hati yang paling dalam...kami atas nama keluarga mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H" .....Mohon maaf lahir dan batin baik sengaja maupun tidak sengaja dariKu. "
Agus Heri "Bument" (batir Solo) : " Saat hati kotor karena khilaf, hanya ikhlas yang tenangkan Qalbu ini, tuk harapkan fitrah di hati nan fitri.....met Iedul Fitri 1429H. Mohon maaf lahir dan batin.....(Agus Heri) "
Udy Widodo (batir ngode) : " Andai semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya. Dan jika seluruh umur adalah dosa maka takwa dan tobatlah penawarnya. Jika seluruh hari adalah noda maka Ramadhanlah pemutihnya...Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429H ... Minal 'Aidzin wal faizin, Mohon maaf lahir dan batin "
Suparto (batir ngode) : " Teriring doa, moga amal ibadah kita diterima, dosa terampuni, kesalahan dimaafkan dan kemenangan ada pada kita..Nyuwun aguning pangapura "
Yuhron (batir ngode) : " Thank You....May God bless you "
Hadi'Ngan Majalengka (batir Solo) : " Sebuah pohon dapat tumbuh dari benih kecil, Rasa benci dapat tumbuh dari kesalahan kecil, sucikan hati menyambut hari yang fitri, mohon maaf lahir dan batin (Hadi) "
Kusman (batir ngode) : " Aku sekeluarga yang tentu banyak khilaf dan dosa mohon dimaafkan Minal 'Aidzin wan faizin, Mohon maaf lahir dan batin Semoga kita tergolong orang orang yang kembali ke kesucian. Amin "
Yanti Klaten (batir ngode) : " Terima kasih....kami minta maaf atas salah khilaf kami (Venoba-Yanti) "
Dindin Garut (batir Solo) : " Di tengah Cumi (cuacana silaturahmi), Sebelum SMS jadi cumi (cucah masuk in box), Aku mau Cumi (cuma minta maaf lahir dan batin)......Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1429H....dindin "
Niken (batir ngode) : " Ass. Wr. Wb. Dengan segala kerendahan hati, izinkan kami mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1429 H. Dengan tulus kami mohon maaf atas segala salah dan khilaf selama ini, Niken dan kel.
Nurhadi Santosa (batir ngode) : " Saya sekeluarga mengucapkan met Iedul Fitri mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf, Semoga Allah SWT memberi ampunan "
Juni Suwarto (batir ngode) : " Dengan ucapan dan makna yang sama bersama kita semoga dirakhmati Allah SWT "
Wie Wiek : " Minal 'Aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin "
Beny : " Ada rusa makan putaw, SMS aja la yaw.......Selamat Iedul Fitri 1429 H, Minal 'Aidzin wal faizin, Mohon maaf lahir dan batin "
Yoyok Openg : " A good friend is like a computer, I "enter" U'r live, "save" in my heart, "format" U'r problem, n "delete" all of U'r mistakes...Don't forget the recycle bin also.....mohon maaf lahir dan batin "
Adi CD : " Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429H. Minal 'Aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.....(adi susilo)
Agung Boyolali (batir Solo) : " Bila ada kata terselip dusta, ada sikap membekas lara dan langkah menoreh luka, Semoga masih ada maaf tersisa. Sucikan hati bersihkan diri, Meski jauh tempat berdiri......Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429H, Minal 'Aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin "
Naning : " Dari lubuk hati yang paling dalam saya haturkan ' Taqobalalohu minna wa minkum, Minal 'Aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin....naning dan kel. "
Nyoto wonosari (batir Solo) : " Sepur dhowo sepur argo mulyo, dino rejo dino rioyo, wong urip kakean doso, mumpung urung digowo bandhoso, Kullo kathah doso, Kullo nyuwun pangapuro, Minal 'Adzin wal faizin "
Er : "Minal 'Aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin juga atas kesalahanku sama kamu "
Venoba Aurora Karanganyar (batir Solo) : " Waktu mengalir seperti air, hari yang fitri segera hadir, ada luka yang pernah terukir, ada khilaf yang pernah tergulir, sucikan hati, mohon maaf lahir dan batin....Minal 'Aidzin wal faizin (Veno-Yanti)
Nia "Cah Ayu" : " Tu2rQ tak semanis madu, hatiQ tak seputih salju, sabarkan dirimu atas khilafQ, lapngkan hatimu tuk maafkanQ, med Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin....Nia "

Kamis, 03 Juli 2008

Rabu, 11 Juni 2008

HANYA IA YANG SETIA

Ini memang untuk yang kesekian kalinya aku melewati jalanan itu di saat malam menjelang ke sepertiga terakhirnya. Sudah tidak banyak aku jumpai orang-orang yang biasanya lalu lalang di sekitar sana. Hanya ada beberapa saja yang mungkin mereka berada dalam kondisi yang tidakjauh berbeda denganku akhir-akhir ini. Dimana antara tuntutan tugas dan amanah sepertinya posisinya sudah semakin jauh lebih membumbung tinggidibandingkan dengan saat-saat senggang.
Satu persatu lampu-lampu di taman kota kini mulai mati, biasanya memang hanya tinggal beberapa lampu saja yang menyala hingga pagi nanti. Sementara itu, kerikil jalanan masih setia menemani langkah ini, meski kadang mereka mesti melompat dan berlari karena terseret langkahku yang sudah semakin tak tentu.
Di kejauhan sana, dua orang pemuda sedang asyik berbincang, sepertinya memang mereka sedang membahas sesuatu. Saking asyiknya, mereka mampu bertahan hingga di kala dini hari menjelang seperti ini. Semakin lama semakin aku mendekat ke arah mereka. Tidak lebih dari dua puluh tahunan, pikirku menebak usia mereka. Seorang dari mereka dengan seriusnya bercerita, sementara yang satu lagi memperhatikannya sambil sesekali mengomentarinya. Aku hanya tersenyum dalam hati. "Alangkah indahnya, andaikan kita memiliki mereka yang bisa mendengarkan segala keluh kita, kapan pun itu," gumam kusaat itu. Itukah arti kesetiaan dalam persahabatan? Aku kira bukan, karena diakui ataupun tidak, kadang seorang sahabat pun satu waktu akan berada di posisi jenuhdengan segala keluh dan kesah kita. Mungkin ketika kita bercerita tentang masalah kita, siapa tahu dia pun memiliki masalah yang sama atau bahkanlebih berat dari apa yang kita hadapi. Hingga ia pun tak mampu memberikan atas apa yang kita harapkan didapat darinya. Aku terdiam sejenak merenungkan semuanya.
Malam terasa semakin sepi. Dingin seakan menyelimuti diri. Sementara suara binatang malam pun seakan menghilang. Hening. Aku menarik nafas panjang. Kini aku semakin mengerti, ternyata memang semestinya tak ada lagi yang perlu diragukan dariNya. Hanya Ia yang Maha santun dengan segala rahmat dan kasih sayangNya, akan senantiasa setia menerima segala keluh serta kesah para hambaNya. Tak ada dan tak akan pernah ada yang lain.
Perlahan, aku kembali merenungi kembali ayat-ayatNya yang telah Ia perkenankan untuk menjadi petunjuk diri ini. Merenungi satu makna akan sebuah janji dariNya, memaknai satu kepastian akan keberadaanNya yang sungguh amat teramat dekat dengan diri ini. Ya Rabb, ampuni diri ini, yang ternyata begitu mudah untuk menyangsikan atas segala kuasaMu."Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo'a kepadaKu.
"Ada tetes kesejukkan yang terasa seakan menelusup ke dalam diri ini, ketika mencoba kembali merenungi ayat ke 186 di Surat Al-Baqarah itu.Tidak jarang kita selalu merasa bingung ketika menghadapi sesuatu hal yang seakan menyudutkan atas posisi kita. Hingga akhirnya kita serasa begitu sulit mencari dan begitu sibuk bertanya, kepada siapa harus mengadukan segalanya? Percayalah, tak akan ada yang bisa menjamin siapa pun mahlukNya yang akan senantiasa mengerti akan diri ini, siapa pun dia. Karena, memang ternyata benar, dalam masing-masing diri ini selalu ada keegoan diri yang seringkali telah membatasi akan makna kesetiaan antara kita dengan orang lain. Hanya satu makna penghambaan yang bisa menjawab tanya itu. Penghambaan antara seorang hamba dengan yang Maha segalanya. Yang akan mampu menjadikan satu solusi untuk menjembatani diri, hingga kita mampu setiap saat dan setiap waktu untuk mengadukan segala hal yang ada. Tanpa batasan masa. Namun memang, ada syarat untuk kita ketika mengharap akan keberadaan kita agar selalu bersamaNya. Hingga hidup ini terasa indah dalam naungan rahmat dan kasih sayangNya. Adalah sebuah lanjutan dari ayat yang tadi."... maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."Wallahu a'lam bish-shawab.
(Diambil dari cerita sebelah........kotasantri.com)

Rabu, 07 Mei 2008

Mencari Makna-Nya

Jika terang bisa menjadi petunjuk mengapa gelap menyelimuti
Jika mentari bisa menghangati mengapa mendung menutupi
Jika damai terasa indah mengapa kalut melingkupi
Jika tawa membahagiakan mengapa sunyi selalu didiri

Berjalan

Melalui sudut-sudut sisi
Mengiring denting waktu
Mencari jawab setiap tanya

Tentang galau tak bertepi

Yang memutus semua mimpi
Yang membenam dalam lumpur
Yang menggores hati terdalam


(Disaat malam masih sepenggalah, bersama senandung kepedihan “Gelap Tanpa Akhir” BURGERKILL ………mencoba mengurai satu makna-Nya )

Kamis, 27 Maret 2008

PUISI PUISI WIJI THUKUL

(1) PERINGATAN

jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa

kalau rakyat sembunyi dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar

bila rakyat tidak berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam

apabila usul ditolak tanpa ditimbang suara
dibungkam kritik
dilarang tanpa alasandituduh subversif
dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!Solo, 1986

(2) SAJAK SUARA

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku
suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diamaku
siapkan untukmu: pemberontakan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok
yang ingin merayah hartamu
ia ingin bicara
mengapa kau kokang senjata
dan gemetar ketika suara-suara itu
menuntut keadilan?
sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
ialah yang mengajari aku bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya
apabila engkau tetap bertahan
aku akan memburumu seperti kutukan

(3) (Tanpa Judul)

kuterima kabar dari kampung
rumahku kalian geledah
buku-bukuku kalian jarah
tapi aku ucapkan banyak terima kasih
karena kalian telah memperkenalkan
sendiri pada anak-anakku
kalian telah mengajar anak-anakku
membentuk makna kata penindasan
sejak dini
ini tak diajarkan di sekolahan
tapi rezim sekarang ini memperkenalkan
kepada semua kita
setiap hari di mana-mana
sambil nenteng-nenteng senapan

kekejaman kalian
adalah bukti pelajaran
yang tidak pernah ditulisIndonesia,

11 agustus 96

(4) BUNGA DAN TEMBOK

seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak kaukehendaki tumbuh
engkau lebih suka membangun
rumah dan merampas tanah

seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak kaukehendaki adanya
engkau lebih suka membangun
jalan raya dan pagar besi

seumpama bunga
kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri

jika kami bunga
engkau adalah tembok
tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji
suatu saat kami akan tumbuh bersamad
engan keyakinan: engkau harus hancur!
dalam keyakinan kami
di mana pun – tirani harus tumbang!
Solo, ’87 - ‘88

Pertama denger nama Wiji Thukul pas hidup di Solo. Pas tau pertama kali sih nggak begitu tertarik dengan nama Wiji Thukul. Tapi setelah beberapa kali denger namanya dan tahu sedikit cerita kehidupan Wiji Thukul, yang ternyata sangat menarik, karena kehidupannya berliku untuk menegakkan satu kata yaitu KEADILAN, langsung aku tertarik dengan sosoknya. Keadilan saat itu, bahkan saat ini, hanya diperuntukan untuk sang pemegang kekuasaan dan pemegang harta. Sementara yang lain sulit untuk merasakan keadilan.
Wiji Thukul, Udin Bernas, Sumarsih, Munir sosok-sosok penuntut keadilan yang telah direnggut oleh penguasa ketidakadilan.

Selasa, 04 Maret 2008

BERBURU STRAWBERY DI KAKI GUNUNG SLAMET...PRATIN, KARANGREJA, PURBALINGGA

Kebun Strawberry terletak di Kawasan Serang-Kutabawa, Karangreja, Purbalingga. Untuk menikmati segarnya buah strawberry dan sejuknya suasana di kawasan kaki Gunung Slamet bisa menempuh jalur Purbalingga-Mrebet-Serayu Larangan-Serang/Kutabawa. Karena jalur jalannya yang berliku dan naik turun, disarankan untuk menggunakan kendaran kecil, dikhawatirkan kendaraan besar akan mengalami kesulitan melewati jalur ini.

Dengan harga tiket masuk yang murah, kita bisa bebas memetik dan menikmati segarnya buah strawberry sepuasnya. Namun disarankan apabila menuju kesana jangan pas musim hujan, karena pas musim hujan, selain jalur jalan yang sulit juga kebanyakan tanaman strawberry tidak/jarang yang berbuah. Banyak buah strawberry yang mengalami pembusukan karena guyuran hujan.

Minggu, 17 Februari 2008

MEKARING KEMBANG WIJAYA KUSUMA

Di daerah Jawa Tengah khusus Kawasan Banyumas, bunga ini lebih terkenal dengan nama Kembang Wijaya Kusuma. Bunga atau Kembang, dalam bahasa jawa, Wijaya Kusuma ini merupakan salah satu bunga yang unik. Bentuknya yang menawan dan warna putih, Kembang Wijaya Kusuma akan mekar merekah pada saat tengah malam dan keesokan harinya kembali mengucup dan layu. Ya....hanya satu malam saja kembang Wijaya Kusuma ini memamerkan Kecantikannnya.

Senin, 04 Februari 2008

ALUN-ALUN PURBALINGGA

Purbalingga, 2 Februari 2008....sisi sisi dari alun-alun purbalingga....

Alun-alun Purbalingga dari sisi selatan

Sisi Utara Alun-alun Purbalingga

Masjid Agung Darussalam Dari Barat Alun-alun

Masjid Agung Darussalam Tampak Depan

Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga

Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja

Senin, 28 Januari 2008

KECIL



Dia terlihat hebat karena yang lain biasa
Dia terlihat istimewa karena yang lain sederhana
Dia terlihat besar karena yang lain kecil
...........Tapi Dia tak akan terlihat hebat kalau tak ada yang biasa
...........Tapi Dia tak akan terlihat istimewa kalau tak ada yang sederhana
...........Tapi Dia tak akan terlihat besar kalau tak ada yang kecil
Jangan pernah berkecil hati
Saat kita menjadi biasa
Saat kita menjadi sederhana
Saat kita menjadi kecil
...........................................Karena kita sebenarnya biasa, sederhana dan kecil
*KATAKAN APA YANG KAU PIKIRKAN, PIKIRKAN APA YANG AKAN KAU KATAKAN*